Hey, Amira!

modmad:

punjabi-rani:

girljanitor:

humainsvolants:

My dad said if this gets over 1,000,005 notes He will take me to… “DISNEY WORLD”
cosbyykidd:

It’s worked for white people, I figured I might as well give it a shot.


seriously i really want this kid to go to Disney world though
i want to vicariously live my dreams via a person getting a thing they want
come on

OK YOU BETTER GET TO GO!!!

I’MA MAKE UR DREAMS COME TRUE KID

i’ve been to a disneyland before, and i had a really magical time there. good luck and go have yours!

modmad:

punjabi-rani:

girljanitor:

humainsvolants:

My dad said if this gets over 1,000,005 notes He will take me to… “DISNEY WORLD”

cosbyykidd:

It’s worked for white people, I figured I might as well give it a shot.

seriously i really want this kid to go to Disney world though

i want to vicariously live my dreams via a person getting a thing they want

come on

OK YOU BETTER GET TO GO!!!

I’MA MAKE UR DREAMS COME TRUE KID

i’ve been to a disneyland before, and i had a really magical time there. good luck and go have yours!

(via sanovera)

this can never be truer. something i should keep as a reminder to myself

(via sanovera)

Jiwa

mungkin waktu terus mencuri kisah yang kita tumbuhkan bersama. mencoba menyelamatkan yang tertinggal, lupakan betapa lemahnya perasaan.

bila kita harus berpisah, setelah ratusan malam ku menangis. mencoba menahan luka pertengkaran, tanpamu hidupku tiada lagi berarti

kau yang kurindukan slama-lamanya, memahami jiwaku seutuhnya walau berurai air mata.

kau yang kucintai slama-lamanya, memiliki jiwaku setulusnya hingga nafasku kan berakhir.



(aslinya merupakan lagu berjudul Jiwa yang dinyanyikan oleh Saras Dewi)

Favourite Skins quotes (in chronological order) | Generation 1
  1.07 Michelle

tell me like you’d die for me, like nothing else matters, like your world stops turning because of me.

(Source: dzonitesla)

AM: *sambil milih pizza* “yah gak ada pizza tuna ya? aku suka pizza tuna…”
AR:  ”kalo aku suka kamu.”

LOL! cheers for the pizza, mate! :))

AM: *sambil milih pizza* “yah gak ada pizza tuna ya? aku suka pizza tuna…”

AR:  ”kalo aku suka kamu.”

LOL! cheers for the pizza, mate! :))

“ku ingin bisikkan rinduku dan menyisipkannya pada awan sehingga bilamana hujan ku harap kau merasakan aku selalu menunggumu”
— Saras Dewi — Lagu Hujan
“jangan bilang siapa-siapa! jangan.bilang.siapa.siapa! jangan bilang siapa-siapa kalau…. kalau saya…. saya…. insecure!”
memangnya kepercayaan selalu berurusan dengan agama?!

selamat tengah malam, tulisan ini saya peruntukkan pada kamu, tapi saya tidak akan bilang ke kamu secara langsung kalo saya memang nulis ini untuk kamu, hehehe. :)

itu judul emang nipu kok. biarin aja :|

pernah dengar omongan-omongan macam “butuh waktu lama untuk menumbuhkan kepercayaan, tapi butuh waktu singkat untuk menghancurkannya?” hehehe. really, i can relate to it these days. mungkin belum begitu lama, tapi nggak bisa saya bilang sebentar juga untuk menumbuhkan rasa percaya saya terhadap kamu. berapa lama, ar? lebih satu tahun ya? okelah, satu tahun belajar untuk saling mengerti, satu tahun belajar untuk tidak gampang marah, satu tahun belajar untuk menghargai, dan satu tahun belajar untuk terus belajar. lumayan, lo. saya akui dalam satu tahun (saja) cukup banyak yang saya pelajari dari kamu bahkan saya rasa saya juga belajar untuk jadi dewasa dari kamu. tapi yang ingin saya tulis disini adalah saat saya belajar untuk percaya sama kamu.

saya belajar untuk percaya bahwa semua akan baik-baik saja. bulan-bulan awal saya mulai membuka diri ke kamu, saya sempat pesimis, “ah, hubungan ini nggak akan lama” bahkan sempat ragu saya masih akan dengan kamu untuk nonton JGTC saat kamu udah beliin saya tiket presalenya. bagi saya, kamu ambisius juga. hahaha. waktu itu saya ragu, ar. hubungan saya sebelum kamu nggak nyampe 2 bulan. lewat JGTC, lewat festival budaya, saat saya sudah nggak keliru nulis 2011 lagi di kertas soal, saat saya sudah nggak kagok nulis 2012 di kertas soal, saya nggak lagi seragu dulu. saya percaya bahwa semua akan baik-baik saja, saya percaya kalo saya ingin sama kamu, saya sampai pada titik untuk mau belajar banyak hal karena saya percaya sama kamu, saya percaya bahwa menjalani proses ini nggak mudah namun bukan berarti nggak mungkin. 

saya percaya sama kamu.

sampai pada selasa sore di stasiun UI, saat saya menunggu kereta menuju cikini, saya mengambil hp saya untuk kirim pesan ke kamu, tapi saya batalkan. saya masukin hape saya lagi untuk nggak lama berdering, pesan dari kamu. kamu tanya keberadaan saya. ai, tumben sekali. biasanya saya yang duluan cari kamu tapi tiba-tiba datang pesan dari kamu, tanya saya ada dimana? sepulangnya saya dari cikini, sesaat sebelum saya lanjut mengerjakan UTS, berdering lagi hp saya. kamu ingin bicara dengan saya, yang pada intinya berakhir pada satu pernyataan dari kamu: “i’d like us to be just friends”

ouch. apakah lantas saya langsung nggak percaya dengan kamu? well, nggak langsung begitu saja sih. bertemu kamu beberapa kali, berhadapan dengan kamu beberapa kali dengan kita yang “just-friends”, akhirnya bikin saya takut untuk dekat lagi dengan kamu. takut berakhir dengan sakit lagi. saya nggak masalah untuk merasa sakit, btw. tapi tetap saja, rasanya sakit. rasanya sakit untuk lihat kamu, untuk masuk ke kelas yang membahas kundera pada selasa siang sambil duduk di samping kamu. hampir sulit untuk nggak merasa sakit saat berhadapan dengan kamu. 

rasa percaya saya terhadap kamu: they fall apart.

lalu sekarang? kamu dengan, “aku mau sama kamu” yang kamu ucap belum lama lalu, dan saya dengan reruntuhan rasa percaya saya terhadap kamu bikin hubungan ini (masih) agak canggung. ya nggak sih? hingga saat ini, masih sulit untuk nggak merasa sakit saat sedang sama kamu. maaf ya. andai saya nggak harus merasa seperti itu saat saya dengan kamu, bahkan saat kamu peluk sekalipun. inginnya saya begitu, tapi sakit itu terasa begitu saja. andai saya nggak merasa sakit supaya saya nggak harus jadi jahat terhadap kamu karena rasa benci yang ada terhadap kamu kamu saat saya sedang kesakitan.

at least pada tahap ini, saya percaya bahwa saya akan percaya sama kamu suatu saat nanti, ar. kita belajar bareng lagi ya? kita juga nggak tau akan ada apa lagi nanti.

saya nggak cukup percaya untuk berani utarain ini langsung ke kamu, tapi…

bear with me.

sanggup ataupun belum/nggak sanggup, mau ataupun belum/nggak mau, beer with me juga boleh, kok! :p kapan nih?



undeniably adorable little creature you

(Source: dailyanimals, via m-a-r-i-o-n-e-t-t-e)